Asumsi

48 wanita, joget serempak, nyanyi, dimana salahnya?
7 pria yang kurang macho, joget, v-neck, agak ngondek, dimana salahnya?
Berdiri sendiri, dikelilingi tawa dari bangku penonton, dimana salahnya?
Berdiri rame-rame, gebukan sterofoam, sama juga dikelilingi tawa, dimana salahnya?
Berdiri rame-rame, merosot, lantai miring, tetap dikelilingi tawa, dimana salahnya?
Bule, didandanin banci, dimana salahnya?
Bule, pura-pura tolol, dimana salahnya?
Muka vokalisnya jelek, tapi ngetop, dimana salahnya?
Muka jelek, istrinya cantik, banyak pula, dimana salahnya?
Badan tidak normal, punya istri, dimana salahnya?
Naik motor, gak pake helm, pake peci, diman.. wait.. ini sih tolol, jangan diikutin..

DIMANA SALAHNYA?

Kamu salah, aku yang benar. Kalian salah, kita yang benar. Yang satu bilang ini. Yang satu bilang ini juga. Terus-terusan.

Benar, salah, salah, benar, abu-abu.

Mengapa manusia suka melakukan pembenaran?

Karena kaya pedofil?, ini asumsi. Karena ngondek bukan syariat agama tertentu?, ini asumsi lagi. Karena lipsync gak sesuai etika seni Bangsa Indonesia?, ini kembali asumsi. Karena gak cerdas?, asumsi mulu nih bro. Karena gue gak bisa kaya dia?, ini mungkin sih. Karena gue ikut-ikutan aja?, ini sih tolol.

ASUMSI

Selama masih ada asumsi mau sampai kapanpun kita tidak akan pernah objektif.

NB : Tulisan ini juga asumsi.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *