Author Archives: Artanto Ishaam

Design Sprint Meet Scrum – Scrum Jakarta (CiKemPon) 3rd Meetup

Group photo after the meetup

Hello Scrum enthusiast in Cilandak – Kemang – Pondok Indah – (and around) area!
Thank you for those who came to our last meetup. (Thursday, November 23rd 2017)
Thank you also to PT Asuransi Astra Buana (Pak Iwan) for a great venue.

There wasn’t a usual meetup that we had some speakers to shared a talk, we only did an open space. Open space is a session when we discussed everything based on what we want to discussed within the timebox. So, this is how we hold the session:
1. We are divided into 3 different group (each group will be facilitated by someone: Mas Aditya Suryomurtjito from Sepulsa, Mas Tommy Fadillah from Aleph Labs, and me)
2. Every member of the group got opportunity to share the topic that they wanna discussed, used a post it
3. Then we prioritized the topic to being discussed based on vote from member of the group, means the topic that we pick is the topic that still confusing by most of the people
4. Let’s discussed! (don’t forget to keep the timebox!)

Goal of the session: no more confusing on the most topic, and can you guest what is that? it’s basic Scrum. :”)

Yeah, we discussed everything related basic Scrum, it’s okay, there’s always a session to build the mindset first.

Then we discussed about Design Sprint – Scrum.

Myth that usually came up:

1. Design Sprint is sprint that held by product people (designer and PO) and should be held exactly before (Scrum) development sprint

Design Sprint involve everyone whose in charge or interact with the solution, it can be people outside tech and product team, it can be inside (developer). So it’s not only for designer and PO even though PO and designer might take a major role in the session.

Exactly before Scrum sprint? of course no, it’s not a mini waterfall for designer and PO. So, what is the goal of having a Design Sprint? please check next answer..

2. Design sprint is REQUIRED before we start a Scrum sprint, means no Design Sprint == no Scrum sprint

Goal of Design Sprint is to produce high quality backlog. High quality means validated and tested considered human desirability, business viability, and technical feasibility. So, it can help PO in terms of produce the backlog, but is it always required? the answer is: it can help but not always needed. For pretty straight forward solution and more technical feature, having a Design Sprint might overkill.

Then what is required to start a Scrum sprint? of course not always having a Design Sprint before it.
It is Product Backlog and Sprint Goal.

3. Design sprint is held in sprint planning

Remember, how many hours maximum for sprint planning? 4 hours. Then 4 hours for having a design sprint? of course not enough.

4. Additional time needed in design sprint means less time for all member of the team to developed and delivered the feature

Not all member of the team required in Design Sprint. It can be adjusted based on possibility scope of the solution. If it’s probably impacting front end then we can only invite one of front end guy (not all fronties from that team). It’s also applied to stakeholder, if it’s only touch operation issue, no need to involved marketing guy isn’t it?. Be effective!

Then, don’t forget to consider %capacity of the team that probably involved on Design Sprint so we can include it into capacity calculation during a sprint planning.

5. There’s no any other methodology other than design sprint to produce a great product backlog

There’s no silver bullet. :))

Sharing session after open space

Sharing session after open space

Sharing session after open space

So, what is the best way to accommodate Design Sprint into Scrum?

Design Sprint is one of great way in order to produce high quality backlog, which is something that Scrum framework not really told deeper. So, it’s complementary. Just do Design Sprint separately with Scrum sprint so our product backlog pipeline will always filled with a great one. And just do Scrum sprint as usual as long we have list of product backlog and Sprint goal.

Hope those can help. If it’s still confusing? let’s meetup in our next meetup!

Scrum Jakarta (CiKemPon) 3rd Meetup

Scrum Jakarta – Chapter CiKemPon 2nd Meetup

Scrum Jakarta CiKemPon 2nd Meetup

Dear #scrum enthusiast around Cilandak – Kemang – Pondok Indah – etc,

After successfully run the 1st meetup, we will have another one!

On our 2nd meetup, we will discuss why Scrum does not work in Indonesia. We will discover all blockers, challenges, etc from those who currently struggling and face the problem every day, with Rudy Rahadian from XL Axiata & Asep Roni Setiawan from Bank Danamon. Recommended for Scrum Master.

There will be an open space to discuss and share what action items, tips, etc that probably helps.

RSVP here: https://www.facebook.com/events/128908987830036/

Host: HappyFresh

TEDxJakarta Berkebun di Kebun Kumara #TEDxGlobalDay

Berkebun urban di Kebun Kumara

Dalam rangka turut ikut serta dalam TEDxGlobalDay, Minggu lalu (23/9) TEDxJakarta bermain-main ke salah satu urban farm bernama Kebun Kumara.

Berlokasi di area perkemahan/taman/area wisata Situ Gintung, Kebun Kumara menghadirkan pengalaman berbeda dari berkebun yang biasa dilakukan. Dengan mengutamakan prinsip permakultur, yaitu menanam dan mengkondisikan kebun sebagaimana alam bekerja, kami diajak untuk tidak hanya menanam, tapi juga memahami prinsip bagaimana tanaman itu bisa tumbuh dan berkembang.

Pengenalan permakultur di Kebun Kumara oleh Dhira

Pengenalan permakultur di Kebun Kumara oleh Sandra

Nah, dapat dilihat prinsip-prinsip permakultur yang ada di atas. Sejujurnya saya sendiri belum memahami dengan cukup dalam apa itu permakultur. Yang sedikit dapat saya tangkap pada prinsip utamanya adalah:

  1. Peduli terhadap bumi
    Dalam menanam hendaknya peduli tidak hanya terhadap tanamannya, tetapi juga terhadap lingkungan. Misal: apa saja waste yang dihasilkan, bagaimana kita bisa memanfaatkan waste tersebut agar menjadi sesuatu yang dapat dipergunakan kembali untuk menjaga alam seperti membuat kompos, dll.
  2. Peduli terhadap manusia
    Dalam menanam dan membuat kebun hendaknya peduli dengan bagaimana manusia di sekitarnya. Bagaimana manusia dapat mudah berinteraksi dengan kebun tersebut. Bagaimana hasil kebun tersebut dapat bermanfaat terhadap kelangsungan hidup seorang manusia.
  3. Fair share (prinsip keadilan)
    Yap, ini yang paling susah dipahami. Kita harus adil. Misal ada tanaman yang diserang ulat, itu bukan berarti ulat tersebut harus kita basmi. Pahami bahwa daun yang dimakan itu ya rejeki dari ulat tersebut. Ada banyak tikus? bukan hama, itu adalah makanan daripada ular. Ya, menjaga hasil kebun itu penting, tapi kita harus paham bahwasanya kita adalah bagian dari ekosistem yang harus tetap dapat menjaga kondisi keseimbangan.

Setelah pengenalan, kami langsung diajak untuk mencoba praktek membuat kompos. Seru banget! ternyata membuat kompos itu tidak terlalu sulit lho teman-teman. Kita hanya benar benar harus memilah dan mengumpulkan sampah organik, dan cukup biarkan saja.

Prosesnya memang cukup memakan waktu yang beragam, tergantung bagaimana kita pintar mengatur takaran sampahnya. Kalau tidak salah aturannya adalah perbandingan 3(Karbon):1(Nitrogen). Karbon untuk sampah-sampah kering, dan Nitrogen itu untuk sampah-sampah busuk atau basah.

Benar-benar cukup biarkan saja, berikan cahaya dan kelembaban yang cukup agar bakteri (mikroorganisme) dapat berkembang dengan baik. Lalu lakukan pengadukan sampah tersebut setiap hari agar udara dapat bersirkulasi dengan baik. Dan voila! jadi!, tinggal diayak ambil bagian halusnya seperti yang saya lakukan di bawah ini.

Membuat kompos di Kebun Kumara

Selanjutnya kami diperkenalkan dengan Ecobricks. Apa itu Ecobricks? dapat dilihat pada tautan ini: Ecobricks. Pada intinya, gunakan sampah plastik teman-teman untuk mengisi sebuah botol, sampai penuh banget tanpa tersisa udara sedikitpun. Dan botol tersebut dapat disusun untuk membuat struktur atau material pengganti material keras seperti batu bata atau katu yang dapat digunakan untuk membuat banyak benda atau menyusun bangunan.

Mengapa plastik? ya gak usah dijelasin lagi kali ya? karena plastik itu musuh alam, gak bisa diurai, dan hanya akan merusak alam jika dibiarkan begitu lama.

Diskusi Ecobricks di Kebun Kumara

Diskusi Ecobricks di Kebun Kumara (2)

Selanjutnya workshop kami ditutup dengan rangkaian kegiatan utama, berkebun! (yeay).

Menebar benih di Kebun Kumara

Membuat benih dengan media cangkang telur

Menanam melon dan anggur di Kebun Kumara

Capek! tapi seru banget deh beneran!. Kita diajak mengenal jenis-jenis tanaman dan benar-benar praktek langsung dari pembuatan media tanamnya (kompos) sampai langsung menanamnya. Terima kasih banyak ya Kebun Kumara, Dhira, Sandra, dan Prof Yono, udah mau kita rusuh-rusuhin nih. Semoga habis ini bisa kita praktekkan langsung di rumah.

Btw, Kebun Kumara ini open for public lho buat teman-teman yang mau belajar juga. Langsung kepoin instagramnya atau datangi langsung ke tempatnya aja ya, senin-sabtu aja tapi.

Yuk mari mulai berkebun lagi!

2nd Product Tank Jakarta Meetup

In this meetup, i’ll share how communication from product goal should be built and derived into team then into personal team goal, and how it should be connected to people outside the team in order to managed our user and customer expectation.

Let’s meetup!

RSVP here: https://www.eventbrite.com/e/product-tank-jakarta-tickets-37936732789

Yin dan Yang

Tidak ada manusia yang sempurna 100%.

Pasti ada hal baik yang diiringi dengan hal buruk. Dan sebaliknya, ada hal buruk yang diikuti dengan hal baik.

  • Yang tampan/cantik, mungkin akan lebih membuat kita insecure karena punya kecenderungan untuk memikat lawan jenis
  • Yang jelek, mungkin akan lebih setia karena tidak punya pilihan lain
  • Yang setia, mungkin akan lebih protektif
  • Yang cuek, mungkin akan lebih bisa kasih greget dan rasa penasaran, gak hambar
  • Yang sabar, mungkin akan bikin kesel karena ya gitu aja, kaya gak keliatan punya intensi terhadap sesuatu
  • Yang tempramental, mungkin akan sangat berani untuk stand up kalau ada yang mengganggu pasangannya maupun hubungannya
  • Yang suka olahraga, mungkin akan keliatan lebih dekil, apalagi yang suka olahraga outdoor
  • Yang suka musik, mungkin akan menomorduakan pasangannya ketimbang kebiasaan bermusiknya
  • Yang suka baca buku, mungkin akan terlihat sok pintar, padahal memang pengetahuannya luas
  • Yang gak suka musik, olahraga, dan baca buku, mungkin gak menarik orangnya
  • Yang straightforward dan jujur, mungkin omongannya kadang akan suka gak ngenakin
  • Yang suka ngerayu dan berbelit-belit, mungkin gak semua omongannya benar alias “manis di bibir”
  • Yang pintar, mungkin jadi orang yang pembantah, gak mudah percaya sesuatu, bawaannya selalu mau challenge pendapat orang berdasarkan pengetahuan yang dia punya, tapi dia tidak mudah dibohongi
  • Yang bodoh, mungkin akan jauh lebih penurut
  • Yang pekerja keras, mungkin akan jauh lebih bisa diandalkan tapi tidak punya banyak waktu
  • Yang santai, mungkin lebih asik diajak bergaul dan menjalani hubungan tapi bisa jadi gak punya masa depan
  • Yang ambisius, mungkin punya goal untuk dituju, sehingga ia bisa fokus
  • Yang bisa ada setiap saat, mungkin emang karena gak punya kerjaan lain

Sesuatu hadir untuk menjadi penyeimbang sesuatu yang lain layaknya Yin dan Yang. Pilihan untuk melihat dari sisi negatif atau positif, ada di tangan Anda.

Pada akhirnya hidup di dunia bukan untuk menjadi dan mencari kesempurnaan. Tapi bagaimana kita bisa menjadi manusia yang mau bersabar, bersyukur, dan mengimprove diri setiap saat.