Category Archives: Blog

Scrum Day Bandung 2018 – Session’s Material

Dear Scrum enthusiast,

Here’s my session’s slide on Scrum Day Bandung 2018:

  1. Busting The Myth: Scrum Has Too Many Meetings
  2. How Tools Helps Your Scrum Team

PS: I don’t guarantee you’ll understand the context. But don’t worry, I’ll share the recap on the different articles, so don’t miss it! i’ll let you know once it get published.

Thank you and see you around!

TEDxJakarta Berkebun di Kebun Kumara #TEDxGlobalDay

Berkebun urban di Kebun Kumara

Dalam rangka turut ikut serta dalam TEDxGlobalDay, Minggu lalu (23/9) TEDxJakarta bermain-main ke salah satu urban farm bernama Kebun Kumara.

Berlokasi di area perkemahan/taman/area wisata Situ Gintung, Kebun Kumara menghadirkan pengalaman berbeda dari berkebun yang biasa dilakukan. Dengan mengutamakan prinsip permakultur, yaitu menanam dan mengkondisikan kebun sebagaimana alam bekerja, kami diajak untuk tidak hanya menanam, tapi juga memahami prinsip bagaimana tanaman itu bisa tumbuh dan berkembang.

Pengenalan permakultur di Kebun Kumara oleh Dhira

Pengenalan permakultur di Kebun Kumara oleh Sandra

Nah, dapat dilihat prinsip-prinsip permakultur yang ada di atas. Sejujurnya saya sendiri belum memahami dengan cukup dalam apa itu permakultur. Yang sedikit dapat saya tangkap pada prinsip utamanya adalah:

  1. Peduli terhadap bumi
    Dalam menanam hendaknya peduli tidak hanya terhadap tanamannya, tetapi juga terhadap lingkungan. Misal: apa saja waste yang dihasilkan, bagaimana kita bisa memanfaatkan waste tersebut agar menjadi sesuatu yang dapat dipergunakan kembali untuk menjaga alam seperti membuat kompos, dll.
  2. Peduli terhadap manusia
    Dalam menanam dan membuat kebun hendaknya peduli dengan bagaimana manusia di sekitarnya. Bagaimana manusia dapat mudah berinteraksi dengan kebun tersebut. Bagaimana hasil kebun tersebut dapat bermanfaat terhadap kelangsungan hidup seorang manusia.
  3. Fair share (prinsip keadilan)
    Yap, ini yang paling susah dipahami. Kita harus adil. Misal ada tanaman yang diserang ulat, itu bukan berarti ulat tersebut harus kita basmi. Pahami bahwa daun yang dimakan itu ya rejeki dari ulat tersebut. Ada banyak tikus? bukan hama, itu adalah makanan daripada ular. Ya, menjaga hasil kebun itu penting, tapi kita harus paham bahwasanya kita adalah bagian dari ekosistem yang harus tetap dapat menjaga kondisi keseimbangan.

Setelah pengenalan, kami langsung diajak untuk mencoba praktek membuat kompos. Seru banget! ternyata membuat kompos itu tidak terlalu sulit lho teman-teman. Kita hanya benar benar harus memilah dan mengumpulkan sampah organik, dan cukup biarkan saja.

Prosesnya memang cukup memakan waktu yang beragam, tergantung bagaimana kita pintar mengatur takaran sampahnya. Kalau tidak salah aturannya adalah perbandingan 3(Karbon):1(Nitrogen). Karbon untuk sampah-sampah kering, dan Nitrogen itu untuk sampah-sampah busuk atau basah.

Benar-benar cukup biarkan saja, berikan cahaya dan kelembaban yang cukup agar bakteri (mikroorganisme) dapat berkembang dengan baik. Lalu lakukan pengadukan sampah tersebut setiap hari agar udara dapat bersirkulasi dengan baik. Dan voila! jadi!, tinggal diayak ambil bagian halusnya seperti yang saya lakukan di bawah ini.

Membuat kompos di Kebun Kumara

Selanjutnya kami diperkenalkan dengan Ecobricks. Apa itu Ecobricks? dapat dilihat pada tautan ini: Ecobricks. Pada intinya, gunakan sampah plastik teman-teman untuk mengisi sebuah botol, sampai penuh banget tanpa tersisa udara sedikitpun. Dan botol tersebut dapat disusun untuk membuat struktur atau material pengganti material keras seperti batu bata atau katu yang dapat digunakan untuk membuat banyak benda atau menyusun bangunan.

Mengapa plastik? ya gak usah dijelasin lagi kali ya? karena plastik itu musuh alam, gak bisa diurai, dan hanya akan merusak alam jika dibiarkan begitu lama.

Diskusi Ecobricks di Kebun Kumara

Diskusi Ecobricks di Kebun Kumara (2)

Selanjutnya workshop kami ditutup dengan rangkaian kegiatan utama, berkebun! (yeay).

Menebar benih di Kebun Kumara

Membuat benih dengan media cangkang telur

Menanam melon dan anggur di Kebun Kumara

Capek! tapi seru banget deh beneran!. Kita diajak mengenal jenis-jenis tanaman dan benar-benar praktek langsung dari pembuatan media tanamnya (kompos) sampai langsung menanamnya. Terima kasih banyak ya Kebun Kumara, Dhira, Sandra, dan Prof Yono, udah mau kita rusuh-rusuhin nih. Semoga habis ini bisa kita praktekkan langsung di rumah.

Btw, Kebun Kumara ini open for public lho buat teman-teman yang mau belajar juga. Langsung kepoin instagramnya atau datangi langsung ke tempatnya aja ya, senin-sabtu aja tapi.

Yuk mari mulai berkebun lagi!

Yin dan Yang

Tidak ada manusia yang sempurna 100%.

Pasti ada hal baik yang diiringi dengan hal buruk. Dan sebaliknya, ada hal buruk yang diikuti dengan hal baik.

  • Yang tampan/cantik, mungkin akan lebih membuat kita insecure karena punya kecenderungan untuk memikat lawan jenis
  • Yang jelek, mungkin akan lebih setia karena tidak punya pilihan lain
  • Yang setia, mungkin akan lebih protektif
  • Yang cuek, mungkin akan lebih bisa kasih greget dan rasa penasaran, gak hambar
  • Yang sabar, mungkin akan bikin kesel karena ya gitu aja, kaya gak keliatan punya intensi terhadap sesuatu
  • Yang tempramental, mungkin akan sangat berani untuk stand up kalau ada yang mengganggu pasangannya maupun hubungannya
  • Yang suka olahraga, mungkin akan keliatan lebih dekil, apalagi yang suka olahraga outdoor
  • Yang suka musik, mungkin akan menomorduakan pasangannya ketimbang kebiasaan bermusiknya
  • Yang suka baca buku, mungkin akan terlihat sok pintar, padahal memang pengetahuannya luas
  • Yang gak suka musik, olahraga, dan baca buku, mungkin gak menarik orangnya
  • Yang straightforward dan jujur, mungkin omongannya kadang akan suka gak ngenakin
  • Yang suka ngerayu dan berbelit-belit, mungkin gak semua omongannya benar alias “manis di bibir”
  • Yang pintar, mungkin jadi orang yang pembantah, gak mudah percaya sesuatu, bawaannya selalu mau challenge pendapat orang berdasarkan pengetahuan yang dia punya, tapi dia tidak mudah dibohongi
  • Yang bodoh, mungkin akan jauh lebih penurut
  • Yang pekerja keras, mungkin akan jauh lebih bisa diandalkan tapi tidak punya banyak waktu
  • Yang santai, mungkin lebih asik diajak bergaul dan menjalani hubungan tapi bisa jadi gak punya masa depan
  • Yang ambisius, mungkin punya goal untuk dituju, sehingga ia bisa fokus
  • Yang bisa ada setiap saat, mungkin emang karena gak punya kerjaan lain

Sesuatu hadir untuk menjadi penyeimbang sesuatu yang lain layaknya Yin dan Yang. Pilihan untuk melihat dari sisi negatif atau positif, ada di tangan Anda.

Pada akhirnya hidup di dunia bukan untuk menjadi dan mencari kesempurnaan. Tapi bagaimana kita bisa menjadi manusia yang mau bersabar, bersyukur, dan mengimprove diri setiap saat.

Banyak Doa Aja

Finally site ini kembali,

Setelah tempo hari kena hack, direstore, kena hack lagi, restore lagi, kena hack lagi. Entah para hacker-hacker kroco itu seneng banget ngerjain gw.

Padahal:

  1. WordPress udah update terus
  2. Themes udah update terus
  3. Plugin udah update terus
  4. Vaultpress aktif membackup

Mungkin provider host-nya kali yah yang gak secure. Akhirnya cabut deh dari Ne*hoster (sebenernya cs-nya kurang, dulu jaman kuliah taunya ini lalu mager untuk pindah provider).

Ternyata: themes gw disisipin malware, jadi pas Vaultpress nge-restore file gw, balik lagi tuh file yang jadi kunci gerbang mereka ke site ini.

Pelajaran yang bisa diambil:

  1. Tetap lakuin semua “padahal” yang gw lakuin di atas
  2. Once kena hack, baiknya remove all template/themes dan plugin, terus install lagi, jaga-jaga kalau ada malware yang disisipin ke file template/themes dan plugin tersebut, dan ikut ke-backup

Terakhir, banyak doa aja, mungkin lo punya salah sama orang, dan orang itu gak ridho, dan doain yang enggak-enggak misalnya “gw doain blognya mati”.

Multiple Team and Multiple Project/Product in JIRA

Yesterday, i read a beautiful article from Healthy Team Backlogs.

It’s all about how to make, organize, and manage our product backlog in a beautiful way. Honestly, it’s really helpful. You can implement some practices there. Let’s read that article then experiment it to your team.

But there’s a question from  in his article that quite makes me interested:

Scrum most commonly uses the term product backlog. However, many product owners who are new to Scrum are confused by this term. Reasonable questions arise: Does this suggest that a team working on multiple products would have multiple backlogs? If so, how do we prioritize between them? Where do bugs get recorded? What happens if work needs to be done, but it isn’t associated with a product; do we create a placeholder?

In this article i’m trying to answer that question in a summary. And my answer is: by using JIRA, how?

  • First, let me explain 2 most important entity in JIRA: Project and Board.
    1. Project is group of several backlog that is grouped based on similarity (based on the author purpose).
    – Similarity is subjective. It can be based on team, theme, mission, KPI, etc.
    – Due to support this article purpose, i put project as a group of several backlog that has similarity: contribute to one product.

    Project not associated with board

    2. Board is place to visualize our project.

    Project that visualized by the board (DEMO board)

    – Relation between Project and Board is many to many (m-n), so: one project is able to connect with several boards, several project are able to connect with one board, etc. (i’ll explain about this later, let’s continue!).

  • Second, let’s create 2 different project that represent 2 different product.
    – In this example, i created DEMO-1 and DEMO-2, let’s assume DEMO-1 & DEMO-2 are different product that our (full) tech-product team working on.

    Example of project

  • Third, create several backlog for each project.
    – To make it more likely a real backlog, we can put an epic to represent every each product (represent by project) has prioritized epic.

    Project DEMO-1, please do the same to DEMO-2

Then, let’s answer ‘s question one by one..

  • Does this suggest that a team working on multiple products would have multiple backlogs?
    Yes, multiple product can be represented by multiple project in JIRA. In this example: DEMO-1 and DEMO-2.
  • How do we prioritize between them?
    By using filter on the board:
    – Let’s create 1 board that visualized our team board. In this example, i named the team as “DEMO”. So, i create “DEMO Team”.

    Create a board

    – Choose what’s project source of the board that we want to visualized. In this example, we choose “based on an existing project” since we already have the project (DEMO-1 & DEMO-2).

    Choose the source of the board

    – Put board name as DEMO Team (our team name) then put DEMO-1 & DEMO-2 as our combination of 2 project (product) that we want to visualized.

    Let’s name the board!

    Ta da! we’ll see board that contain both product backlog (from 2 different product) that we will be working on!

    Let’s prioritized!

    So, currently we’re able to prioritized between this combination of product backlog.

    Then, how to differentiate between which one is backlog from DEMO-1 and DEMO-2?
    – Actually each project has a key that you can setup when you created a new project. In this example, i put “DEMO1” as a key for backlog from DEMO-1 and “DEMO2” as a key for backlog from DEMO-2.

    Setup a key for every project

    DEMO1 & DEMO2

  • Where do bugs get recorded?
    Before answer this question, i assume when the bugs is coming we easily to define the bug is coming from which product. So, for example the bug is coming from product DEMO-1. Then, yeah we just create a new bug that tight to DEMO-1 project.

    Create [BUG] DEMO G

    Board will also showing combination of each product (project) bug on the backlog, similar with the other backlog. Then, we are also able to set the bug priority and prioritize it along with the other backlog.

    Let’s prioritize the bug!

Finished!

Hope this article will help you to setup your JIRA for your team. I’ll share how HappyFresh tech-product team process in bug handling in the different article.

Here’s Atlassian documentation if you want to learn more.

See you!

Envy

Not this Sane

Scrum Master is the most sane people in the organization

I forgot where i got above quotes but it quite makes me envy and touch me a lil bit.

There will be a lot of uncertainty things happen during the day of sprint. There will be a lot of problem arise caused by the uncertainty things that coming. Some of you sometimes would be anxious, (fr)agile, un-stable, etc. And you don’t know how to retain your mentality, rise up when a big things hit you, etc. Not only about works, it’s also about your personal issue.

Please don’t worry, you still have your Scrum Master.

Hey, not all problem are appropriate to share to your co-workers

I know, but Scrum Master will treat you as their friends or even their family member. Scrum Master will put their problem aside, park it, and re-thinking about it later, then put your problem as their top priority. When you think it’s appropriate, don’t shy, just share it to them. Scrum Master will tell you the truth, the honest side one, even it gonna hurts you, a lot. Sometimes what we need isn’t what we want, it is?.

The envy part is:
When Scrum Master is arrived to become a servant leader, then serve you, help to solve your problem, who will help them to solve their problem?. Scrum Master is also a human, isn’t it?. Sometimes they also have a problem to solve, even their personal issue.

But that’s not your problem, don’t worry, we can take the rest of it. :)

So, please love your Scrum Master. For us, there won’t be any happier thing other than that.