Category Archives: Event

Fasilkom UI Agile Coaching Session

With the lecturer

A great news comes from my college (Faculty of Computer Science, Universitas Indonesia): one of their courses, software project developent (PPL), will using agile rather than old methodology (Waterfall).

Wohoo!

It’s such a great news, since i realized, when join in industry, especially in startup ecosystem, we mostly using agile process. Why? because we usually work with uncertainty problem that sometimes easier to be handled using empirical approach rather than planned upfront approach. And agile process usually missed or didn’t get enough attention inside the courses. I remember it only contained in software engineering course, mostly theory, without any practical lesson. So, me (during that time) should learn from external resources :(. But that’s okay, as a student, there’s no boundaries to learn since there’s an internet isn’t it?.

So, a week ago, Rizky (also a founder of Agile Campus) tell me that Pak Ade Azurat (PPL lecturer) needs help to coach his students. This coaching session has a purpose to make sure all students have basic understanding of agile before they jump into the practical development. Of course it will be YES for me for the invitation!.

Then, here it is:

This coaching session basically only covered basic Scrum, included all inside Scrum guide and a little bit best practices (see some my experiment in Scrum and agile process here). Below are some best practice we share:

How to define a MVP:

How to make an estimation in agile development process using planning poker:

How to do a task planning

Thank you so much Pak Ade, Kak Maya, Pak Adin, & Rizky for the opportunity. It’s an honor to share and also learn from you guys and all Fasilkom students.

Thank you for making one of my bucket list checked: become a guest lecturer.

It’s a wrap!

Scrum User Group Jakarta Meetup – January 2017

Today (Wednesday, January 11th, 2017), HappyFresh will host Scrum User Group Jakarta meetup.

Please come if you’re interested, or if you’re curious on how our tech-product process going. See the details here: https://lnkd.in/fTJSPhP

For those who cannot join the offline meetup, you’re still able to join via online (streaming):

Topic: Scrum User Group Jakarta Meetup at HappyFresh
Time: Jan 11, 2017 6:45 AM (GMT+7:00) Jakarta Join from PC, Mac, Linux, iOS or Android: https://zoom.us/j/911518142

See you tomorrow!

NB: I’ll share the meetup documentation in the next article (later)

Pizza Data Roadshow: Open Data Masuk Kampus

Iseng mampir ke Itenas diajakin Endi buat acara Pizza Data Roadshow: “How to Leverage Open Data to Your Campus Live.

image

Jadi sebenarnya Pizza Data itu merupakan acara bulanan yang biasa dilakukan di Co&Co Space, namun dalam setiap periode sebulan sekali dilakukan Pizza Data Roadshow yang langsung terjun ke masyarakat, salah satunya ya acara di Itenas ini. Pada Pizza Data Roadshow kali ini yang

mengisi materinya ada 4 orang yaitu: Paw (Prasetyo Andy W), Pandu Kartika dari Code For Bandung, Ramda Yanurzha dari Bank Dunia, dan Endiyan Rakhmanda dari Pemprov DKI Jakarta.

Saya akan mencoba merekap beberapa isi sesinya, semoga bermanfaat!

Ramda Yanurzha (Bank Dunia/World Bank)

– Pengertian singkat Open Data:
1. Any Data: bisa apa saja
2. Electronic: bukan lagi dokumentasi tertulis
3. Free to use: gratis
4. For everyone: untuk kalangan manapun, kalau hanya untukk kalangan tertentu berarti belum Open Data

– Portal Open Data Indonesia: http://data.go.id

– Data itu tidak sebatas tentang kesehatan saja lho. Di portal yang tadi saya sebutkan di atas ternyata tersedia data lain seperti data cuaca, transportasi, dll. Dan usaha dari tiap negara untuk Open Data juga mulai terlihat dari berbagai acara untuk memaksimalisasi potensi Open Data yang ada di dunia seperti dengan Hackaton, dan acara semacamnya.

Endiyan Rakhmanda (Pemprov DKI Jakarta)

– Data pemerintah tuh sebenarnya SUDAH ADA lho!, misal (http://data.jakarta.go.id) tapi sayangnya data-data tersebut terpisah di kementerian-kementerian yang membuat kita bingung harus cari kemana suatu data yang sifatnya mungkin beririsan dari kementerian tersebut.

– Kita butuh data yang sudah baik atau yang mentah? YANG MENTAH!. Karena data mentah itu bisa kita gunakan atau dikolaborasikan dengan data lain sehingga bisa menghasilkan irisan informasi yang kita butuhkan.

– Pembangunan Open Data ini bukan usaha pemerintah sendirian, semua harus berpartisipasi termasuk KITA.

– Bentar lagi mau ada HackJak (http://hackjak.jakarta.go.id), yuk pada ikutan! Ada kompetisi Scrapathon (masukkin data atau buat data set), Hackathon (bikin aplikasi berguna), dan Visuathon (bagaimana menampilkan data tersebut menjadi lebih informatif dan interaktif).

– Contoh aplikasi Open Data: KawalPemilu, KawalAPBD, dll. Keren kan? kita harus support dan bantu supaya tidak ada lagi mereka yang “bermain” di belakang kita. Data harus terbuka semuanya supaya bermanfaat, Setuju?

Pandu Kartika (Code For Bandung)

Pandu bercerita banyak soal bagaimana teknologi dapat berguna untuk masyarakat, dan data bisa menjadi jembatan untuk melakukan kolaborasi. Contoh project yang sudah ada di luar negeri adalah Adopt a Hydrant

Adopt a Hydrant merupakan sebuah web aplikasi crowdsourcing masyarakat untuk ikut membersihkan hydrant yang tertutup salju di seluruh daerah di Amerika. Konsepnya berawal dari masalah bahwa ketika terjadi kebakaran sering sekali hydrant ditemukan dalam kondisi membeku, sehingga pemadam kebakaran butuh waktu untuk membersihkannya. Akhirnya waktu terbuang sia-sia. Lalu gimana solusinya? apakah pemerintah harus setiap hari melakukannya?. TIDAK!, masyarakat diajak untuk berkolaborasi untuk melakukannya.

Dukung Code For Bandung!
1. City Meet: tempat kumpul lintas basis keilmuan
2. Code: buat sesuatu yang berguna
3. City API: bahu membahu membuka data untuk diutilisasi, riset dan pengembangan

Di luar negeri bisa, kenapa di kita gak bisa?
Bandung menjadi salah satu mulai menginisiasi. Daerahmu kapan?

Berbagi Soal Crowdfunding #WCSBG #WCSJKT #MySpark

Selamat weekend!

Masih dalam rangka tetap konsisten ngeblog minimal seminggu satu, terinspirasi dari tulisan Abang Edwin di “Mengapa Anda Harus Tetap Menulis Blog Walaupun Yang Baca Tidak Banyak?”. Kali ini mau cerita hasil jalan-jalan sambil “ngomporin” calon Kreator yang masih belum yakin kalau crowdfunding bisa menjadi salah satu alternatif metode penggalangan dana yang efektif.


Yap, tanggal 6-7 Juni kemarin saya bersama teman-teman Wujudkan lainnya mengadakan sebuah “sekolah” untuk menyusun rencana meWujudkan ide kreasi lewatcrowdfunding bertajuk Wujudkan Crowdfunding School.

NB: Acara ini didukung oleh DBS Bank #MySpark

Acara ini dilaksanakan di dua tempat berbeda pada hari yang berurutan. Hari Sabtu 6 Juni, Wujudkan mampir ke Bandung untuk bertemu teman-teman calon kreator di ballroom 18 Hotel Ibis, Trans Studio Bandung. Dan keesokan harinya giliran teman-teman dari Jakarta yang berkesempatan menikmati sekolah ala-ala kita di Kantor DBS, DBS Tower, Jakarta.

Bandung #WCSBDG

Untuk acara di Bandung kita berkolaborasi dengan KKI sebagai penyelenggara.

Awalnya kita sempat panik karena sampai H-1 acara, pendaftar masih belum sesuai target. Waktu awal-awal acara mulai benar dong, ternyata masih sedikit yang datang (mungkin karena sabtu pagi di Bandung ya memang hawa-hawanya untuk tidur dan istirahat kali yah). Namun semakin siang ternyata teman-teman satu persatu berdatangan sampai akhirnya satu ruangan hampir terisi penuh. Banyak peserta dari anak SBM ITB, namun juga tidak sedikit yang dari umum, bahkan mahasiswa yang dari bidang lain seperti Teknik Elektro ITB, dsb.

Sesuai dengan judulnya “sekolah” acara ini memang dirancang untuk bisa dinikmati semua kalangan, lintas bidang dan generasi. Sekolah-nya pun dibagi menjadi 3 mata pelajaran utama: Crowdfunding concept in general, How to make a proper business plan (and how to inserting our crowdfunding plan into it), dan terakhir How to run successful Crowdfunding campaign. Secara urutan diisi oleh Alderina (Popon) dari Wujudkan, Mbak Desi dari UKMC FEB UI, dan saya sendiri dari Wujudkan.

Berikut beberapa dokumentasi selama acara di Bandung:


Secara umum acara ini seru banget!, namun sayang tidak semua peserta bisa bertahan sampai akhir karena mungkin ada kesibukan lain. Namun bukan berarti acaranya jadi gak seru, beberapa peserta malah jadi bisa bertanya secara mendalam kepada kita. Ada teman-teman dari Kampoong Monster dan juga dari aplikasi edukasi apa gitu saya lupa namanya yang paling antusias. Mereka sudah siap dengan beberapa ide yang mungkin akan segera diluncurkan kampanyenya di Wujudkan. Semoga bisa segera direalisasikan kampanye-nya!.


Jakarta #WCSJKT

Lain Bandung, lain juga Jakarta. Jakarta FULL! 40 orang datang! dari pagi!. Ya mungkin karena orang Jakarta sudah biasa beraktvitas di hari minggu kali yah. Dan lagi ada car-free-day jadinya jalanan agak lumayan sepi.

Tidak terlalu banyak berbeda seperti acara yang di Bandung, hanya berbeda di komposisi pembicara yaitu materi yang Crowdfunding concept in general di Jakarta dibawakan oleh admin tercinta kita: Michael.

Berikut beberapa dokumentasi acara di Jakarta:

Overall seru, seru banget, mungkin karena lebih banyak yang hadir jadi pertanyaan-pertanyaannya bisa lebih beragam kali yah. Yang saya ingat ada teman-teman dariNalacity, Ganara Art Studio, dsb yang sudah siap dengan beberapa proyek. Duh, semoga bisa segera jalan deh kampanye crowdfunding-nya di Wujudkan. Ditunggu yah!.

Yah mungkin segitu aja dulu yang bisa dibagi minggu ini..
Sampai bertemu lagi di acara-acara Wujudkan selanjutnya!

Yuk, jangan lupa mampir dan Wujudkan kreasi-kreasi di Wujudkan.com yah!


NB: Untuk teman-teman peserta #WCSBDG dan #WCSJKT kemarin, gabung di Facebook group Kreator Wujudkan yuk! kesini yah: Kreator Wujudkan

3rd #WPJKT, Ketemu Matt Mulenweg-nya WordPress

Matt Mullenweg, Co-Founder dan CEO Automattic yang juga pendiri WordPress ternyata beneran datang ke Indonesia, tepatnya Binus University. Matt ke Indonesia ternyata termasuk dari rencana perjalanannya ke Asia Pasifik. Terima kasih banyak Mas Valent Mustamin sudah mau mendatangkan beliau di 3rd Jakarta WordPress Meetup.

Pembukaan :

Matt hadir dengan menggunakan sandal, dimana sebenarnya di lingkungan Binus setiap elemen kampusnya tidak diperkenankan memakai sandal, rocks!. Matt berbagi banyak hal, terutama perjalanan bagaimana dia membangun WordPress dari awal hingga seperti sekarang ini. Beberapa hal yang saya tangkap adalah :

Lakukanlah sesuatu dengan cinta, tanpa pikirkan nantinya akan sebesar apa. Karena dengan begitu kita akan sungguh-sungguh dalam melakukannya.

WordPress versi mobile sekarang sedang dikembangkan supaya fiturnya bisa hampir menyamai versi web.

WordPress sebagai framework?

-> Saya gak begitu menangkap jawaban Matt untuk pertanyaan ini

Bahasa Indonesia merupakan bahasa ketiga terbesar yang digunakan di WordPress.

Cara belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkannya.

Ingin supaya webnya gak terkena hack? ya jangan sampai kena hack.

Dan banyak hal lagi yang sebagian besar saya cerna tapi bingung jelasinnya, intinya saya kagum sama beliau. Gak cuma sekadar enterpreneur, innovator, dll, beliau juga filantropi yang benar-benar filantropi. Banyak sekali open source movement yang disupport oleh beliau via Automattic dan WordPress. WordPress dan berbagai karya dari Automattic seperti JetPack, Akismet, dll telah banyak membantu masyarakat dunia untuk “nampil” di Internet.

Waktunya selfie!

Waktunya selfie!

Bersama Matt Mullenweg, foundernya WordPress dan CEO-nya Automattic

Bersama Matt Mullenweg, co-foundernya WordPress dan CEO-nya Automattic

Meetup yang super keren walaupun bocoran soal future-nya WordPress tidak banyak terkupas waktu itu.
Saya ingin bisa seperti beliau.
Matt, semoga ada kesempatan bertemu Anda lagi untuk ngobrol lebih banyak lagi.