Goodbye Posterous

url

Akuisisi kembali memakan korban..

Posterous sebagai penyedia layanan blog gratis yang sudah sejak 2008 lalu mulai beroperasi dan meraih banyak pengguna di Indonesia akhirnya tutup. Seperti kita ketahui sebelumnya, Posterous memang telah diakuisisi oleh Twitter sejak setahun yang lalu. Dan sejak diakuisisi oleh Twitter dari sisi Founder and CEO, Sachin Agarwal, masih berharap dapat melanjutkan produk yang dirintisnya sejak 5 tahun lalu ini dengan memperbanyak fitur dan memperlebar skala.

Sependapat dengan Sachin, sebagian pengguna Posterous juga berharap dengan diakuisisinya Posterous oleh Twitter akan semakin banyak hadir terobosan baru yang dapat menjembatani antara teknologi blog dan microblogging ini. Namun ternyata bukannya teknologi baru yang hadir malah berita penutupan layanan yang hadir secara mendadak.

2013-02-16_083528 2013-02-16_084809

Tidak hanya masalah ekspektasi yang tidak sesuai harapan, beberapa blogger juga mengaku kecewa dengan dengan berita penutupan secara mendadak mengingat sudah begitu banyak tulisan yang telah dihasilkan pada platform tersebut.

2013-02-16_084732 2013-02-16_082855

Kejutan pun hadir dari Garry Tan, Co-Founder Posterous pada linimasa Twitter beliau :

2013-02-16_085824

Namun jangan khawatir, sebelum 30 April 2013 kita masih bisa melakukan back-up seluruh file dan tulisan yang kita miliki dengan cara :

  1. buka http://posterous.com/#backup.
  2. Meminta back-up dari blog yang kita miliki dengan cara klik “Request Backup” pada bagian yang ingin diback-up.
  3. Kita akan menerima email ketika blog sudah selesai diback-up.
  4. Kembali pada http://posterous.com/#backup dan unduh berkas .zip.

Kita juga dapat melakukan import file tersebut pada layanan blog lain yang memiliki fitur tersebut seperti WordPress and Squarespace.

Talent Aquisition, akuisisi dilakukan dengan fokus terhadap talent-nya apakah harus mengorbankan produk?
Disatu sisi seorang Founder akan bisa tenang ketika seluruh anak buahnya mendapatkan jaminan finansial tetap dari pihak yang mengakuisisi, dan disisi lainnya kebebasan berekspresi terhadap produk harus ditekan. Kalaupun bisa tetap berkembang tentu harus dengan persetujuan pihak-pihak “pemilik” mereka. Atau bahkan ditutup seperti nasib Posterous.

Sebelumnya ada Koprol, mati juga setelah akuisisi dan Yahoo! tidak berencana untuk melanjutkan produk tersebut.
Untuk sektor blog, DagDigDug dan Multiply juga telah mematikan layanan blog-nya.

Mengapa?
Kurang ber-profitkah sehingga memilih untuk diakuisisi?
Beli perusahaan? produk? apa orangnya?

Bagaimana pendapatmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *