Pizza Data Roadshow: Open Data Masuk Kampus

Iseng mampir ke Itenas diajakin Endi buat acara Pizza Data Roadshow: “How to Leverage Open Data to Your Campus Live.

image

Jadi sebenarnya Pizza Data itu merupakan acara bulanan yang biasa dilakukan di Co&Co Space, namun dalam setiap periode sebulan sekali dilakukan Pizza Data Roadshow yang langsung terjun ke masyarakat, salah satunya ya acara di Itenas ini. Pada Pizza Data Roadshow kali ini yang

mengisi materinya ada 4 orang yaitu: Paw (Prasetyo Andy W), Pandu Kartika dari Code For Bandung, Ramda Yanurzha dari Bank Dunia, dan Endiyan Rakhmanda dari Pemprov DKI Jakarta.

Saya akan mencoba merekap beberapa isi sesinya, semoga bermanfaat!

Ramda Yanurzha (Bank Dunia/World Bank)

– Pengertian singkat Open Data:
1. Any Data: bisa apa saja
2. Electronic: bukan lagi dokumentasi tertulis
3. Free to use: gratis
4. For everyone: untuk kalangan manapun, kalau hanya untukk kalangan tertentu berarti belum Open Data

– Portal Open Data Indonesia: http://data.go.id

– Data itu tidak sebatas tentang kesehatan saja lho. Di portal yang tadi saya sebutkan di atas ternyata tersedia data lain seperti data cuaca, transportasi, dll. Dan usaha dari tiap negara untuk Open Data juga mulai terlihat dari berbagai acara untuk memaksimalisasi potensi Open Data yang ada di dunia seperti dengan Hackaton, dan acara semacamnya.

Endiyan Rakhmanda (Pemprov DKI Jakarta)

– Data pemerintah tuh sebenarnya SUDAH ADA lho!, misal (http://data.jakarta.go.id) tapi sayangnya data-data tersebut terpisah di kementerian-kementerian yang membuat kita bingung harus cari kemana suatu data yang sifatnya mungkin beririsan dari kementerian tersebut.

– Kita butuh data yang sudah baik atau yang mentah? YANG MENTAH!. Karena data mentah itu bisa kita gunakan atau dikolaborasikan dengan data lain sehingga bisa menghasilkan irisan informasi yang kita butuhkan.

– Pembangunan Open Data ini bukan usaha pemerintah sendirian, semua harus berpartisipasi termasuk KITA.

– Bentar lagi mau ada HackJak (http://hackjak.jakarta.go.id), yuk pada ikutan! Ada kompetisi Scrapathon (masukkin data atau buat data set), Hackathon (bikin aplikasi berguna), dan Visuathon (bagaimana menampilkan data tersebut menjadi lebih informatif dan interaktif).

– Contoh aplikasi Open Data: KawalPemilu, KawalAPBD, dll. Keren kan? kita harus support dan bantu supaya tidak ada lagi mereka yang “bermain” di belakang kita. Data harus terbuka semuanya supaya bermanfaat, Setuju?

Pandu Kartika (Code For Bandung)

Pandu bercerita banyak soal bagaimana teknologi dapat berguna untuk masyarakat, dan data bisa menjadi jembatan untuk melakukan kolaborasi. Contoh project yang sudah ada di luar negeri adalah Adopt a Hydrant

Adopt a Hydrant merupakan sebuah web aplikasi crowdsourcing masyarakat untuk ikut membersihkan hydrant yang tertutup salju di seluruh daerah di Amerika. Konsepnya berawal dari masalah bahwa ketika terjadi kebakaran sering sekali hydrant ditemukan dalam kondisi membeku, sehingga pemadam kebakaran butuh waktu untuk membersihkannya. Akhirnya waktu terbuang sia-sia. Lalu gimana solusinya? apakah pemerintah harus setiap hari melakukannya?. TIDAK!, masyarakat diajak untuk berkolaborasi untuk melakukannya.

Dukung Code For Bandung!
1. City Meet: tempat kumpul lintas basis keilmuan
2. Code: buat sesuatu yang berguna
3. City API: bahu membahu membuka data untuk diutilisasi, riset dan pengembangan

Di luar negeri bisa, kenapa di kita gak bisa?
Bandung menjadi salah satu mulai menginisiasi. Daerahmu kapan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *