Sehari Dalam Seminggu Tanpa Social Media

Selama ini membuka social media (socmed) yang saya rasakan adalah berbagai informasi ditampilkan. Membuat kita penasaran akan informasi tersebut. Bagus, namun masalahnya informasi tersebut datang secara acak. Maksudnya, kadang tidak ada keterkaitan antara satu dengan lainnya. Membuat saya menjadi bingung dan hasilnya masing-masing informasi tersebut tidak dapat terserap secara sempurna. Karena ketika kita ingin mengeksplor lebih jauh tentang informasi/hal tersebut, datang informasi lainnya yang muncul dengan cepat lewat update-an socmed selanjutnya. Ada yang pernah merasakan juga?.

Setiap update-an selanjutnya, memberikan rasa penasaran selanjutnya. Akibatnya kita menjadi tidak sabar untuk mengeksplor informasi yang lain tanpa menyelesaikan eksplor hal sebelumnya. Entah kenapa mulai kesini saya mulai merasakan capek. Sempat pernah pada suatu titik saya pernah tidak ingin membuka akun social media sedikitpun karena malas terhujani informasi yang membuat saya penasaran, lalu eksplor, habis waktu, informasi yang didapat tidak sempurna, hasilnya malah cuma capek browsing. Hal yang sudah diniati seharusnya/ingin kita eksplor malah tidak tersentuh sama sekali karena habis waktu untuk yang tadi. Berhasil puasa socmed waktu itu tapi hasilnya malah kita gak update sama sekali. Berkali-kali ketinggalan informasi undangan, event, dll hanya karena gak buka socmed. Salah kaprahnya orang saat ini, kalo udah umumin sesuatu via socmed, dia berasumsi bahwa semua orang yang mengikuti socmed dia, pasti akan baca dan tau.

Atau pernah juga sekadar update informasi pribadi tanpa menyimak timeline yang ada. Hasilnya? malah dibilang sombong karena cuma update sendiri, tapi gak baca timeline yang ada. Duh, orang komentar memang ada-ada aja sih. Sejak kapan socmed jadi patokan orang sombong atau tidak, bahkan parahnya jadi patokan pertemanan saat ini. Kasarnya, bilang kalo gak temenan di socmed berarti gak temenan di dunia nyata. Hhh, katro.

Saya sedang berfikir bagaimana kalau ada satu hari dalam seminggu yang kita jalani tanpa membuka social media sedikitpun. Mau twitter, path, instagram, facebook, dll tutup dulu deh itu semua. Ya sekadar habiskan waktu dengan apa yang ada di depan kita (keluarga, teman, pacar, pekerjaan, dll) atau eksplor sesuatu yang sudah diniati maupun yang sekadar terbersit di otak kita. Atau separahparahnya jika terpaksa harus stay di dunia maya ya kita hanya browsing apapun yang kita mau.

Kalau gak ada yang di depan kita gimana? ya cari!. Mungkin kamu sudah terlalu lama asyik dengan socmed-mu sehingga mereka yang nyata hadir didepanmu mundur secara perlahan karena takut mengganggu.

Bisa gak ya?
At least coba dulu deh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *