Retrospective: Apresiasi dan Mesin Waktu

“Beberapa dari kita hanya ingat akan ketidakpuasan, sehingga lupa akan apa yang telah rekan kita kontribusikan”

Sprint lalu saya mencoba modifikasi Sprint Retrospective yang biasa dilakukan oleh tim.

Biasanya kami menggunakan metode Mad-Sad-Glad (akan ditulis pada artikel lainnya), namun kali ini saya ubah sedikit agar sedikit cocok (atau dicocok-cocok-in) dengan tema akhir tahun. Metode kali ini saya coba namakan Apresiasi dan Mesin Waktu.

Alat dan bahan:
1. Post it 2 warna, usahakan gunakan warna cerah
2. Spidol secukupnya

Aturan main

  • Persiapan:
    • Post it warna pertama, tim harus tulis ungkapkan rasa terima kasih atas bantuan, pekerjaan, atau apapun yang telah dilakukan rekan satu tim-nya. Susah tapi harus dipaksa. Mengapa? karena tim harus dilatih agar bisa menunjukkan respect dan empati terhadap satu tim-nya. (Tips: satu post-it hanya boleh berisi satu poin. Jangan tulis poin yang berbeda untuk beberapa orang dalam satu post it. Alasannya akan dijelaskan di bawah)
    • Post it warna kedua, tim harus bisa menjawab pertanyaan: “Seandainya kamu diberikan kesempatan untuk kembali ke beberapa hari saat sprint baru dimulai, apa yang ingin kamu perbaiki?”.
    • Biarkan tim berfikir dan berdiskusi sambil menulis, namun tetap harus dalam koridor dua poin di atas.
  • Diskusi:
    • Tim satu-persatu ungkapkan poin pertama (apresiasi) dengan lantang sambil memberikan post-it tersebut kepada rekan yang sedang mereka apresiasi. Rangsang anggota tim yang diberikan apresiasi untuk dapat memberikan respon balik terhadap rekan yang sedang mengapresiasi (contoh: “Terima kasih juga ya”). Lakukan satu per-satu sampai seluruh anggota tim mendapat giliran.
    • Tim satu-persatu ungkapkan poin kedua (mesin waktu). Lakukan satu per-satu sampai seluruh anggota tim mendapat giliran.
    • Dari poin kedua, biasanya akan keluar berbagai macam hal yang ingin diperbaiki – ini merupakan cara lain untuk merangsang tim mengungkapkan permasalahan yang terjadi selama sprint.
    • Contoh poin kedua (mesin waktu) yang berhasil ditangkap pada Sprint Retrospective lalu:
  • Hacking:
    • Dari permasalahan-permasalahan tersebut, ajak tim diskusi untuk menemukan akar permasalahan/root cause. Karena belum tentu solusi yang diberikan masing-masing orang merupakan solusi yang objektif dan efektif untuk menyelesaikan akar permasalahan yang ada.
    • Seperti Sprint Retrospective lainnya, akhir sesi ditutup dengan menuliskan seluruh action items yang telah masing-masing pribadi sepakat untuk lakukan berdasarkan proses hacking yang sudah dilakukan sebelumnya.
  • Improvement:
    • Cek masing-masing action items, encourage tim agar bisa melakukan action items yang telah di-commit agar permasalahan yang sama tidak terjadi di Sprint berikutnya.

Menarik, bukan?
Selamat mencoba!

Atau kamu tertarik untuk merasakannya langsung?. Yuk gabung bersama kita di https://www.happyfresh.com/careers/jobs/tech-product/. Proses kita memang belum sempurna tapi kita berkomitmen untuk terus improve agile process yang kita miliki. 

NB: Jika berkenan, setelah mencoba mohon tuliskan di kolom komentar ya bagaimana hasilnya, plus apa yang tim teman-teman rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *