Saya, Lulusan Sekolah Islam, yang Gagal

14 tahun mengenyam pendidikan sekolah islam (dari TK sampai SMA) masih belum bisa membuat saya..

.. sadar betul bahwa bagaimanapun kondisinya, saya harus mengutamakan islam, dan umatnya, umat muslim. Gak usah pedulikan kaum minoritas, mereka beda agama. Mereka nanti bakal masuk neraka, buat apa dipikirkan? ya kan?. Sebisa mungkin tetap harus islam yang utama, muslim yang utama.

.. memahami bahwa itu semua bukan tindakan SARA. Mengutamakan islam itu merupakan ajaran agama. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti. Titik. (mau masuk surga apa neraka?)

.. benar-benar pintar dalam mencari teman. Saya harusnya mencari teman ya dari kalangan muslim saja. Kenapa? supaya aqidah saya tidak bercampur-campur. Supaya saya tidak menjadi orang munafiq. Harusnya cari teman dekat dari kalangan muslim. Jangan lah berteman dengan orang non-muslim. Kafir itu. Berbahaya.

.. tutup mata dalam menjalankan ajaran agama. Karena sudah jadi perintah. Ikuti. Sami’na wa atho’na. Tidak perlu banyak mempertanyakan, atau mempertaruhkan dengan logika. Walaupun itu hanya menguntungkan umat muslim, bukan manusia secara general. Walaupun tidak baik buat kita, ikutin. (mau masuk surga apa neraka?)

.. walaupun kualitasnya jelek, eh maaf mungkin lebih tepatnya kurang bagus (history, program, dll-nya), ya harus tetap pilih pemimpin yang islam. Pokoknya islam. Utamanya islam. Titik. Jangan banyak cincong. Jangan biarkan musuh islam menjadi pemimpin. (caelah, cari pemimpin apa cari musuh bray?)

Ya itulah pokoknya. Saya masih banyak sekali yang gagal.

Dan semoga Anda tidak gagal paham dalam membaca tulisan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *